Di lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan inklusif, setiap civitas akademika memiliki hak untuk belajar, bekerja, dan berkembang tanpa rasa takut. Sebagai wujud komitmen terhadap perlindungan dan penghormatan martabat manusia, Universitas Nahdlatul Ulama Lampung membentuk Satgas PPKS atau Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Satgas ini hadir sebagai garda terdepan dalam menciptakan budaya kampus yang sehat, beretika, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.
Satgas PPKS UNU Lampung memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan, pendampingan, edukasi, hingga penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Dengan menjunjung tinggi asas keadilan, kerahasiaan, perlindungan korban, dan profesionalitas, Satgas PPKS berupaya memberikan ruang aman bagi seluruh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun masyarakat kampus lainnya untuk berani berbicara dan mendapatkan perlindungan yang layak.
Melalui berbagai kegiatan sosialisasi, seminar, kampanye edukatif, dan pelatihan, Satgas PPKS UNU Lampung terus membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menghormati hak, batasan pribadi, serta menciptakan relasi yang sehat di lingkungan akademik. Pencegahan dilakukan bukan hanya melalui aturan, tetapi juga melalui pembentukan karakter, budaya saling menghargai, dan kepedulian sosial antar sesama civitas akademika.
Satgas PPKS UNU Lampung juga membuka layanan pengaduan dan pendampingan bagi korban maupun saksi yang mengalami atau mengetahui adanya tindakan kekerasan seksual. Dengan sistem penanganan yang humanis dan responsif, setiap laporan akan ditindaklanjuti secara bijaksana sesuai prosedur yang berlaku, demi menciptakan rasa aman dan kepercayaan di lingkungan kampus.
Keberadaan Satgas PPKS menjadi bukti bahwa Universitas Nahdlatul Ulama Lampung tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keselamatan, dan kesejahteraan seluruh warganya. Bersama Satgas PPKS, mari wujudkan kampus yang beradab, setara, dan bebas dari kekerasan seksual demi masa depan pendidikan yang lebih baik.
