Universitas Nahdlatul Ulama Lampung menjadi tuan rumah kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang diselenggarakan oleh Polres Lampung Timur melalui Satuan Lalu Lintas, bekerja sama dengan PT Jasa Raharja Cabang Metro dan Dispenda Lampung Timur pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 60 mahasiswa sebagai peserta utama.
Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan UNU Lampung Nurkaif, S.Pd.,M.Pd. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kampus sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Pihak kampus menilai sosialisasi ini sangat penting untuk membangun kesadaran mahasiswa terhadap keselamatan berkendara, mengingat mahasiswa merupakan kelompok usia produktif yang banyak menggunakan kendaraan bermotor dalam aktivitas sehari-hari.
“UNU Lampung menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi nyata antara dunia pendidikan dengan instansi pemerintah. Kami berharap mahasiswa dapat memahami pentingnya tertib berlalu lintas serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi contoh di tengah masyarakat,” ujar perwakilan kampus.
Pada sesi materi, masing-masing instansi menyampaikan edukasi sesuai bidangnya. Dari pihak Polres Lampung Timur, Satlantas memberikan pemaparan mengenai aturan dasar berlalu lintas, etika berkendara yang aman, penggunaan helm standar, kelengkapan surat kendaraan, serta upaya pencegahan kecelakaan di jalan raya. Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya disiplin berkendara untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan.
Sementara itu, PT Jasa Raharja Cabang Metro menjelaskan tentang perlindungan asuransi kecelakaan lalu lintas bagi masyarakat. Materi meliputi hak korban kecelakaan, prosedur pengajuan santunan, serta pentingnya kepesertaan aktif dalam program perlindungan dasar bagi pengguna jalan. Penjelasan ini memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai layanan jaminan sosial di sektor transportasi.
Dari Dispenda Lampung Timur, peserta mendapatkan informasi mengenai kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor, manfaat pajak untuk pembangunan daerah, serta kemudahan layanan administrasi kendaraan yang dapat diakses masyarakat. Materi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk taat administrasi sebagai pemilik kendaraan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait keselamatan berkendara, santunan kecelakaan, hingga administrasi kendaraan.
Melalui kegiatan ini, harapannya mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
