LAMPUNG TIMUR — Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama Lampung hari pertama berlangsung dengan rangkaian pembekalan yang komprehensif. Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik dan kehidupan kampus, tetapi juga mendapatkan penguatan wawasan mengenai literasi keuangan, kewirausahaan, kebangsaan, pencegahan kekerasan, bahaya narkoba, hingga pendidikan antikorupsi.
Rangkaian materi tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya UNU Lampung membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, tanggung jawab sosial, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan sebagai generasi muda.
Pada sesi pertama, mahasiswa baru mendapatkan materi “Penguatan Literasi Keuangan, Kewirausahaan, dan Kesejahteraan Mahasiswa” yang disampaikan oleh H. Harto, S.E., M.M. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNU Lampung.
Materi ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya kemampuan mengelola keuangan sejak dini, membangun kebiasaan finansial yang sehat, serta mengenali peluang kewirausahaan. Mahasiswa didorong untuk memiliki kemandirian dan kecakapan dalam mengelola sumber daya keuangan secara bijak, sekaligus mulai membangun pola pikir kreatif dan produktif.
Memasuki sesi kedua, mahasiswa mendapatkan materi “Pencegahan dan Penanggulangan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme” yang disampaikan oleh Dr. Roro Fatikhin, S.Hum., M.Hum. Kasubbag Penelitian LPPM UNU Lampung.
Materi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran mahasiswa terhadap nilai toleransi, keberagaman, persatuan, serta pentingnya menjaga kehidupan kampus yang damai dan harmonis. Mahasiswa diajak untuk memahami berbagai bentuk intoleransi dan radikalisme serta meningkatkan kemampuan dalam menyikapi informasi dan paham yang berpotensi mengancam persatuan dan kehidupan kebangsaan.
Selanjutnya, materi ketiga membahas “Pengenalan Pencegahan, Penanggulangan dan Penanganan Kekerasan (PPKPT) serta Antiperundungan” yang disampaikan oleh Ummi Rosyidah, S.Pd., M.Pd. Ketua Satgas PPKPT UNU Lampung.
Melalui materi ini, mahasiswa diperkenalkan dengan pentingnya menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan. Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai upaya pencegahan serta pentingnya keberanian untuk melaporkan dan menangani tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus.
Sesi berikutnya diisi dengan materi “Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba” yang disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung Timur.
Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa mendapatkan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, masa depan, dan kehidupan sosial. Kehadiran BNN Lampung Timur sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan memiliki ketahanan diri terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, materi kelima menghadirkan pembahasan “Pendidikan Antikorupsi” yang disampaikan oleh Willy Artanika Rikarda, S.T., M.T.I. Wakil Rektor II UNU Lampung.
Pendidikan antikorupsi menjadi salah satu pembekalan penting bagi mahasiswa sebagai calon intelektual dan pemimpin masa depan. Mahasiswa diajak untuk membangun budaya integritas melalui sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, transparan, serta berani menolak berbagai bentuk perilaku koruptif sejak berada di lingkungan perguruan tinggi.
Rangkaian materi pada hari pertama PKKMB UNU Lampung tersebut menunjukkan bahwa proses pengenalan kehidupan kampus tidak berhenti pada aspek akademik semata. Mahasiswa baru juga dipersiapkan agar memiliki kecakapan hidup, karakter kuat, kesadaran kebangsaan, serta kemampuan menjaga diri dan lingkungan dari berbagai ancaman sosial. Dengan bekal tersebut, mahasiswa baru diharapkan mampu menjalani kehidupan perkuliahan secara produktif sekaligus tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, berintegritas, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
