Lampung Timur — Universitas Nahdlatul Ulama Lampung menggelar kegiatan istighosah dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-12 Tahun (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi dan ungkapan rasa syukur atas perjalanan institusi dalam mengembangkan pendidikan tinggi, sekaligus memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi seluruh civitas akademika UNU Lampung.
Dalam sambutannya, Rektor UNU Lampung, Dr. H. M. Miftahudin, S.Ag., M.Sy., menyampaikan nasihat tentang pentingnya menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupan, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari institusi pendidikan. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk tidak hanya memaknai rasa syukur melalui ucapan, tetapi juga mewujudkannya dalam sikap, tanggung jawab, dan kontribusi nyata bagi kemajuan universitas.
Rektor mengaitkan makna syukur dengan pemikiran Imam Al-Ghazali dan Socrates. Dalam perspektif Imam Al-Ghazali, rasa syukur merupakan kesadaran atas nikmat Allah SWT yang diwujudkan melalui hati, lisan, dan perbuatan. Sementara itu, pemikiran Socrates mengingatkan manusia akan pentingnya mengenali diri, merefleksikan kehidupan, serta menyadari bahwa kebijaksanaan berawal dari kesediaan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Kedua perspektif tersebut menjadi pengingat bahwa rasa syukur perlu disertai kesadaran, kerendahan hati, dan tindakan yang bermanfaat.
Pelaksanaan istighosah dan doa bersama dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Keagamaan UNU Lampung Nurkaif, S.Pd., M.Pd. Suasana khidmat menyertai rangkaian doa yang dipanjatkan sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar UNU Lampung senantiasa memperoleh keberkahan, semakin berkembang, serta mampu menjalankan perannya dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi masyarakat. Kegiatan ini ditutup dengan potong tumpeng yang dipimpin langsung oleh Rektor UNU Lampung
Melalui peringatan Harlah ke-12 ini, UNU Lampung diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan budaya bersyukur di lingkungan kampus. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah institusi tidak hanya diukur dari pencapaian yang diraih, tetapi juga dari kemampuan untuk terus berbenah, menjaga amanah, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan bangsa.
