Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bernilai spiritual dan edukatif, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Keagamaan menyelenggarakan kegiatan Seminar Ramadhan dengan tema “Menata Hati dan Menyehatkan Jiwa dalam Perspektif Tasawuf dan Psikologi Kesehatan.” Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa yang antusias untuk memperdalam pemahaman tentang kesehatan mental dan spiritual dalam perspektif keislaman.
Kegiatan seminar ini dibuka secara resmi oleh Rektor, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada UKM Keagamaan atas terselenggaranya kegiatan yang sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini. Menurutnya, Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat kualitas spiritual sekaligus memperbaiki kondisi mental di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.
Rektor H. M. Miftahudin dalam sambutannya menyampaikan, “Seminar ini menjadi ruang refleksi bagi kita semua, khususnya mahasiswa, untuk menata hati dan memperkuat kesehatan jiwa. Pendekatan tasawuf yang menekankan penyucian hati serta psikologi kesehatan yang menyoroti kesejahteraan mental merupakan dua perspektif yang saling melengkapi dalam membentuk pribadi yang seimbang antara spiritualitas dan kesehatan mental.”
Lebih lanjut, beliau juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan karakter mahasiswa di lingkungan kampus. “Kami berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedewasaan spiritual dan kesehatan mental yang baik, sehingga mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan dengan bijaksana,” ujarnya.

Seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan hati (spiritual) dan kesehatan jiwa (psikologis), khususnya di momentum bulan Ramadhan yang identik dengan proses penyucian diri. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa ketenangan batin tidak hanya dibangun melalui ibadah ritual semata, tetapi juga melalui pengelolaan emosi, pikiran, dan perilaku yang sehat.
Dalam pemaparannya, narasumber M. Hadziq Qulubi menjelaskan bahwa dalam perspektif tasawuf, menata hati merupakan proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dari sifat-sifat negatif seperti iri, dengki, sombong, dan amarah. Proses tersebut dilakukan melalui pendekatan spiritual seperti dzikir, muhasabah (introspeksi diri), serta memperbanyak amal kebaikan. Ketika hati menjadi bersih dan tenang, seseorang akan lebih mudah merasakan kedekatan dengan Allah serta memperoleh ketenangan batin.
Sementara itu, dari sudut pandang psikologi kesehatan yang dipaparkan oleh Dr. Roro Fatikhin, kesehatan jiwa dipandang sebagai kondisi kesejahteraan mental yang memungkinkan seseorang mampu mengelola stres, berpikir positif, serta menjalin hubungan sosial yang baik. Ramadhan menjadi momentum yang sangat tepat untuk melatih pengendalian diri, meningkatkan kesadaran diri, serta memperkuat nilai-nilai empati dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui seminar ini, peserta diharapkan dapat memahami bahwa pendekatan tasawuf dan psikologi kesehatan memiliki titik temu dalam upaya membangun pribadi yang lebih seimbang, baik secara spiritual maupun mental. Dengan hati yang tertata dan jiwa yang sehat, seseorang akan mampu menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana, tenang, dan penuh makna.
Kegiatan Seminar Ramadhan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi UKM Keagamaan dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang inspiratif bagi mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan karakter religius sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
