PENTINGNYA POLITENESS DALAM SEBUAH KOMUNIKASI

Oleh Ariyani Etik Kurniasari, S.Pd., M.Pd

Secara umum, kehidupan  manusia terikat oleh  etika dan  norma. Etika  dan norma dibentuk  untuk  membangun  keselarasan dan  keteraturan  dalam  hidup.  Namun, perkembangan peradaban yang melahirkan produk-produk teknologi perlahan menggeser sendi-sendi   norma dan etika yang telah ada. Norma dan etika tidak  jarang  diabaikan  demi  atau  karena suatu hal. Salah  satu  etika  yang  mulai terpinggirkan adalah kesantunan   dalam berbahasa.

Sopan dan santun dalam berbahasa yang dahulunya menjadi patokan untuk membangun hubungan baik dalam praktik komunikasi, kerapkali tidak dihiraukan,bahkan   dilupakan. Alhasil, konflik atau permasalahan jamak muncul karena wujud bahasa yang tidak memenuhi kaidah sopan dan santun tersebut.

Menurut Chaer   ada  tiga  hal  yang  harus diperhatik dalam komunikasi, yaitu kesantunan berbahasa, kesopanan berbahasa,   dan   etika   dalam berbahasa. Kesantunan berbahasa mengacu pada unsur-unsur   bahasa;   sedangkan kesopanan  berbahasa  mengacu  pada pantas    tidaknya    suatu    tuturan disampaikan  pada lawan tutur. Sedangkan menurut Tarigan, kesantunan berbahasa adalah menghormati atau menjalankan prinsip-prinsip sopan-santun. Kesantunan (politiness),   sopan   santun,   atau   etiket adalah   tata   cara,   adat   atau kebiasaan yang      berlaku dalam masyarakat. Kesantunan merupakan   aturan perilaku yang ditetapkan   dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat   tertentu sehingga kesantunan sekaligus   menjadi   prasyarat yang   disepakati   oleh   perilaku   sosial. Oleh  karena  itu, kesantunan berbahasa ini juga disebut “tata krama” berbahasa (Muslich, 2007). Berbahasa bukan hanya sebatas dapat menyampaikan apa yang ada dalam pikiran, namun    juga    harus memperhatikan wujud bahasa yang digunakan  untuk  menyampaikan maksud tersebut. Ada prinsip sopan santun yang harus   menjadi   patokan   dalam   wujud bahasa yang digunakan agar mampu menyampaikan  maksud  dengan  baik.

Kesantunan  berbahasa  tercermin  dalam tatacara berkomunikasi lewat tanda verbal atau       tatacara berbahasa. Ketika berkomunikasi, kita tunduk pada norma- norma   budaya,   tidak hanya sekedar menyampaikan  ide  yang  kita  pikirkan. Tatacara  berbahasa  harus  sesuai  dengan unsur-  unsur  budaya  yang  ada  dalam masyarakat  tempat hidup dan dipergunakannnya suatu bahasa   dalam berkomunikasi. Apabila tatacara berbahasa seseorang tidak sesuai dengan norma-norma   budaya,   maka   ia   akan mendapatkan       nilai  negatif  dari masyarakat,   misalnya   dituduh   sebagai orang yang sombong, angkuh, tak acuh, egois,tidakberadat, bahkan    tidak berbudaya. Tatacara berbahasa seseorang sangat penting dan perlu   diperhatikan demi kelancara sebuah  komunikasi. Karena tujuan utama kesantunan berbahasa adalah  untuk  memperlancar komunikasi. Dengan mengetahui tatacara berbahasa  diharapkan  orang  lebih  bisa memahami    pesan    yang    disampaikan dalam komunikasi karena tatacara berbahasa  bertujuan  mengatur serangkaian hal yaitu:

  1. 1. Apa yang sebaiknya dikatakan pada waktu dan keadaan tertentu.
  2. Ragam bahasa apa yang sewajarnya dipakai dalam situasi tertentu.
  3. Kapan dan    bagaimana    giliran berbicara dan pembicaraan selalu diterapkan.
  4. Bagaimana mengatur kenyaringan suara ketika berbicara.
  5. Bagaimana  sikap   dan   gerak-gerik ketika berbicara.
  6. Kapan harus diam dan mengakhiri pembicaraan.

Tatacara berbahasa seseorang dipengaruhi norma-norma budaya suku bangsa atau kelompok masyarakat tertentu. Maka dari itulah  penting  bagi  kita  untuk mempelajari  dan  memahami  norma- norma budaya sehingga menghasilkan kesantunan berbahasa. Karena kesantunan dalam  berbahasa  menjadi  identitas  diri yang perlu diperhatikan, sehingga bahasa yang digunakan seseorang dapat dijadikan tolak ukur kualitas kepribadiannya. Indonesia adalah negara yang   terkenal dengan kesantunan dan keramahan orang- orangnya. Jangan sampai identitas tersebut perlahan menjadi luntur akibat terlenanya perkembangan zaman.

Kesimpulan: Berbahasa bukan hanya sebatas dapat menyampaikan apa yang ada dalam pikiran, namun juga harus memperhatikan wujud bahasa yang digunakan untuk menyampaikan maksud tersebut.   Kesopanan   merupakan   aturan atau tata tertib yang harus diikuti oleh seluruh  anggota  masyarakat  dalam bersikap  dan  bertingkah  laku  di lingkungan sehingga terjaga keharmonisan sosial di masyarakat, serta menciptakan suasana   yang   nyaman   dan   aman   bagi semua orang.

Sumber : https://www.liputan6.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *