LAMPUNG TIMUR – Universitas Nahdlatul Ulama Lampung terus berupaya menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dengan menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Penyusunan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan dan pimpinan program studi di lingkungan kampus guna menyelaraskan metode pembelajaran dengan standar internasional.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium lantai 1 pada Rabu (04/01/2026) dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor UNU Lampung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Yunita Subarwanti, S.Si., M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi kurikulum. Beliau menyampaikan bahwa penerapan OBE bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak agar lulusan UNU Lampung memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global.
Apa itu Kurikulum OBE?
Sebelum memasuki sesi teknis, penting untuk memahami bahwa Outcome-Based Education (OBE) adalah pendekatan pendidikan yang berfokus pada hasil akhir atau capaian. Berbeda dengan kurikulum tradisional yang seringkali menitikberatkan pada input (materi yang diajarkan), OBE menuntut desain pendidikan yang berorientasi pada
Outcome Defined: Apa yang harus dikuasai mahasiswa di akhir masa studi?
Backward Design: Menyusun materi dan metode berdasarkan profil lulusan yang diinginkan.
Student-Centered: Menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif dalam mencapai kompetensi.
Fokus pada Capaian Pembelajaran dan Implementasi Kegiatan pendampingan ini menghadirkan dua pemateri yang mengupas teknis pelaksanaan OBE.
Penyusunan Kerangka Kurikulum Dr. Nur Syamsiah, M.Pd. memaparkan materi fundamental mengenai struktur kurikulum OBE. Ia menekankan bahwa penyusunan kurikulum harus dimulai dari penetapan Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang terukur. “Kurikulum harus fokus pada apa yang bisa dilakukan mahasiswa setelah lulus, bukan hanya apa yang diajarkan di kelas,” tegasnya.
Proses Pelaksanaan dalam Pembelajaran Melanjutkan sesi teknis, Rudi Hartono, S.Kom., M.T.I. mengulas bagaimana kurikulum tersebut diturunkan ke dalam proses pembelajaran nyata. Materi ini mencakup perancangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE, pemilihan metode instruksional yang aktif, hingga sistem asesmen yang mampu mengevaluasi pencapaian kompetensi mahasiswa secara objektif.

Sepanjang kegiatan, para peserta terlihat antusias melakukan bedah kurikulum pada masing-masing program studi. Diskusi hangat terjadi saat merumuskan indikator kinerja yang tepat untuk memastikan bahwa setiap mata kuliah berkontribusi langsung pada visi misi universitas.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UNU Lampung berharap seluruh program studi dapat segera mengimplementasikan kurikulum OBE secara penuh pada tahun akademik mendatang, guna melahirkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter Aswaja.
