Blue Economy Untuk Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan

Oleh Titin Liana Febriyanti

Lautan telah lama menjadi sumber kehidupan bagi manusia, menyediakan makanan, air, dan jalur transportasi penting. Namun, eksploitasi berlebihan, polusi, dan perubahan iklim telah merusak ekosistem laut, mengancam keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Konsep Blue Economy atau Ekonomi Biru muncul sebagai solusi untuk memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan sambil meningkatkan kesejahteraan manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Blue Economy adalah pendekatan ekonomi yang berfokus pada penggunaan sumber daya laut dan pesisir secara bijaksana untuk mendukung kesejahteraan manusia, sekaligus menjaga kesehatan ekosistem laut. Konsep ini menggabungkan prinsip-prinsip ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Dengan kata lain, Blue Economy menekankan bahwa lautan yang sehat adalah fondasi bagi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

Islam, sebagai agama yang komprehensif dan mencakup seluruh aspek kehidupan, memiliki pandangan yang mendalam tentang perlindungan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Dalam konteks ini, konsep blue economy atau ekonomi biru dapat diinterpretasikan melalui ajaran-ajaran Islam yang menekankan keseimbangan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap ciptaan Allah SWT. Beriku adalah beberapa manfaat Blue Economy untuk kehidupan manusiaa

  1. Ketahanan Pangan
    Salah satu manfaat utama Blue Economy adalah peningkatan ketahanan pangan. Lautan menyediakan protein hewani penting, terutama dari sektor perikanan dan budidaya. Dengan mengadopsi praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan dan mengembangkan budidaya perikanan yang ramah lingkungan, Blue Economy dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dunia yang terus meningkat tanpa merusak populasi ikan dan ekosistem laut. Dalam Al-Quran, laut disebut sebagai sumber rezeki yang penting bagi manusia. Beberapa ayat menyebutkan bagaimana laut dan isinya merupakan tanda kekuasaan Allah serta sumber makanan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Dan Dia (Allah) yang menundukkan laut (untukmu) agar kamu dapat memakan darinya daging yang segar (ikan) dan kamu mengeluarkan dari dalamnya perhiasan yang kamu pakai. Dan kamu melihat kapal-kapal berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia- Nya, dan agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 14).
  2. Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
    Blue Economy menawarkan peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, terutama bagi negara-negara pesisir. Sektor-sektor seperti perikanan, pariwisata bahari, energi terbarukan dari laut, dan transportasi laut dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi kemiskinan. Di banyak negara berkembang, pengembangan ekonomi biru dapat menjadi pendorong utama bagi pembangunan ekonomi dan  peningkatan kesejahteraan masyarakat  pesisir. Al-Quran  juga menggambarkan laut sebagai sumber penghidupan yang mendukung perekonomian manusia, termasuk perdagangan dan transportasi. Dalam Surah Fatir ayat 12, Allah berfirman: Dan tidaklah sama dua laut; yang satu tawar, segar, sedap diminum, dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari keduanya kamu dapat memakan daging yang segar (ikan), dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.” (QS. Fatir:12) Ayat ini menunjukkan bahwa laut, dengan segala kekayaannya, memberikan manusia kemampuan untuk memperoleh rezeki, baik dari segi makanan maupun ekonomi.
  3. Perlindungan Ekosistem Laut
    Ekosistem laut yang sehat adalah kunci bagi keberlanjutan jangka panjang. Blue Economy mendorong praktik pengelolaan yang melindungi keanekaragaman hayati laut, seperti terumbu karang, hutan bakau, dan padang lamun. Ekosistem ini tidak hanya penting bagi kehidupan laut, tetapi juga bagi manusia, karena mereka memberikan layanan ekosistem vital seperti perlindungan pesisir, penyimpanan karbon, dan dukungan bagi perikanan yang produktif. Laut tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga makanan yang berkualitas tinggi dan bergizi, yang penting untuk kesehatan dan kesejahteraan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa laut adalah salah satu bentuk rahmat Allah bagi manusia. Dalam Surah Al-Ma’idah ayat 96, Allah berfirman: Dihalalkan bagimu hewan buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan, dan diharamkan bagimu (menangkap) hewan buruan darat selama kamu sedang berihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Ma’idah: 96) Ayat ini menekankan bahwa makanan dari laut dihalalkan dan diperuntukkan sebagai rezeki yang baik bagi manusia, baik dalam keadaan tinggal maupun dalam perjalanan.
  4. Pariwisata Berkelanjutan
    Pariwisata berbasis laut adalah salah satu sektor ekonomi terbesar di dunia, tetapi juga berpotensi merusak jika tidak dikelola dengan baik. Blue Economy mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, yang menghormati lingkungan dan budaya lokal. Dengan demikian, pariwisata dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi komunitas pesisir tanpa mengorbankan kelestarian alam. Al-Quran mengakui bahwa laut merupakan salah satu sumber kenikmatan bagi manusia. Dalam Surah An-Nahl ayat 14, disebutkan bahwa manusia dapat menikmati hasil laut, baik sebagai makanan maupun perhiasan: Dan Dia (Allah) yang menundukkan laut (untukmu) agar kamu dapat memakan darinya daging yang segar (ikan) dan kamu mengeluarkan dari dalamnya perhiasan yang kamu pakai. Dan kamu melihat kapal-kapal berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia- Nya, dan agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 14) Selain manfaat ekonominya, ayat ini juga menunjukkan bahwa laut merupakan sumber keindahan dan kenikmatan yang bisa dinikmati, baik dalam bentuk makanan maupun perhiasan, yang juga bisa menjadi bagian dari pariwisata.

Kesimpulan
Al-Quran menjelaskan bahwa laut adalah anugerah dari Allah, sebagai tanda kebesaran dan kekuasaan Allah yang dapat dinikmati oleh manusia, dapat dilihat sebagai bagian dari ciptaan Allah yang bisa dinikmati sebagai bentuk syukur dan pengingat akan kebesaran-Nya. Dengan memanfaatkan sumber daya laut secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, kita dapat memastikan bahwa lautan tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang. Melalui kerjasama, kebijakan yang kuat, dan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem laut, Blue Economy dapat membantu kita mengatasi tantangan lingkungan sambil menciptakan peluang ekonomi yang baru dan inklusif. Laut yang sehat adalah dasar bagi ekonomi yang berkelanjutan, dan dengan mengadopsi prinsip-prinsip Blue Economy, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi semua.

Sumber Gambar : https://medium.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *