Sekolah Ramah Anak dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Diera New Nurmal

Purbolinggo, 24 Juli 2020. Rentor UNU Lampung Dr. Nasir, M.Pd membuka Workshop Online secara Daring dalam rangka upaya meningkatkan Kompetensi Guru dalam pemanfaatan Aplikasi dalam Pembelajaran daring. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktur Eksekutif Intelligentsia Scholar Consultancy yang bekerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Lampung.
Workshop ini menghadirkan ahli yang membahas tentang: 1) Sekolah Ramah Anak (SRA) Dan Implementasi Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru oleh Dr. Sowiyah, M.Pd. 2) Model Pembelajaran Berbantuan Teknologi oleh Dr. Fitri April Yanti, M.Pd. dan 3) Adaptasi Kebiasaan Baru dengan Pemanfaatan IT dalam Pembelajaran oleh Bayu Saputra, M.Pd.
Tema kegiatan ini adalah “Sekolah Ramah Anak dan Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Guru pada Era New Normal” .

Sekolah Ramah Anak

Nasir menjelaskan, SRS tujuannya adalah memastikan bahwa sekolah mampu mengembangkan minat, bakat dan kemampuan anak serta mempersiapkan anak untuk bertanggung jawab kepada kehidupan yang toleran, saling menghormati, bekerjasama untuk kemajuan dan semangat perdamaian. 

SRA tak bisa diwujudkan hanya dengan mengandalkan sekolah. Komponen penting, yaitu: Adanya komitmen tertulis yang dapat dianggap sebagai kebijakan tentang SRA oleh sekolah. Ini artinya, sekolah memang benar-benar akan menjalankan program ini sesuai dengan perencanaan pelaksanaan yang ditetapkan oleh sekolah itu sendiri. 

Pelaksanaan proses pembelajaran yang ramah anak di sekolah. Artinya anak bisa merasakan kenyamanan di lingkungan sekolahnya, seperti perlakuan dari guru dan teman-teman di sekitarnya.

Adanya para pendidik dan tenaga kependidikan yang terlatih serta memahami hak-hak anak. Artinya pendidik memang memiliki kompetensi di bidangnya dan bisa memperlakukan anak sesuai hak yang si Anak miliki.

Sarana dan prasarana di sekolah yang ramah anak. Ini artinya anak merasa nyaman terhadap fasilitas di sekolah yang ia gunakan. Anak tidak merasa takut atau terancam dari segi keselamatan.

Partisipasi dari anak-anak sendiri dalam pelaksanaan program ini. Tentunya ini terkait dengan perilaku anak dalam bersosialisasi di sekolah, termasuk taat kepada tata tertib sekolah.

Partisipasi dari orangtua sebagai pendidik utama, lembaga-lembaga masyarakat, dunia usaha untuk mendukung sekolah, dan bahkan para alumni sekolah. Mama selaku orangtua juga perlu memantau kegiatan anak di sekolah, dan juga perilakunya.

Pemanfaatan Teknologi Digital di Era Normal Baru

Pandemi Covid-19 memberi dampak luar biasa pada kehidupan manusia secara global. Aktivitas normal hampir bisa dipastikan tidak terjadi di banyak sektor kehidupan. Hal ini terjadi di banyak tempat; tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga hingga di pelosok desa.

Saat situasi normal, pelajar dan mahasiswa bisa berangkat sekolah dan kuliah, tapi kini harus menjalani program sekolah/kuliah dari rumah.

Banyak mata pelajaran diajarkan dan diuji secara daring, terutama pada sekolah dan kampus di kota-kota besar. Sementara di tempat-tempat yang tidak terjangkau teknologi digital, guru mendatangi rumah siswa satu demi satu demi mengejar pendidikan yang harus diterima siswa

Berbicara tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi mencakup dua aspek, yaitu:
1) Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.

2) Teknologi komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainya.

Teknologi Informasi dan Komunikasi terdiri dari dua konsep yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi Informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, pengelolaan, dan transfer atau pemindahan informasi antarmedia. 

Teknologi komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan menstransfer data dari perangkat yang satu ke yang lainya. Jadi Teknologi Komunikasi adalah perangkat-perangkat teknologi yang terdiri dari hardware, software, proses, dan sistem, yang digunakan untuk membantu proses komunikasi yang bertujuan agar komunikasi berhasil.  

Oleh karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas, yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antarmedia.

Pemanfaatan TIK di lingkup pendidikan terutama yang langsung bersentuhan dengan siswa diantaranya sebagai media pembelajaran, contohnya pemanfaatan komputer, laptop sebagai media pembelajaran, kemudian pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran

Dengan demikian Sekolah Ramah Anak bertujuan mengembangkan minat, bakat dan kemampuan anak serta mempersiapkan anak untuk bertanggung jawab kepada kehidupan yang toleran, saling menghormati, bekerjasama untuk kemajuan. Pada situasi New Normal TIK dapat digunakan pada daerah yang terjangkau IT, sedangkan dipelosok Desa pebdidik harus mencari formula baru atau media cetak off line untuk memberikan layanan pendidikan. Disinilah pendidik perlu hadir dimasyarakat.