Kyai H. Muhsin Abdillah-Prof. H. Moh Mukri Pimpin PWNU Lampung 2018-2023

Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama (Konferwil NU) ke-X (Konferwil-X) PWNU Lampung diselenggarakan di Pondok Pesantren Darussa’adah, Gunung Sugih, Lampung Tengah 8-10 Maret 2018.

Konferwil  ke-10 secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal PBNU HA. Helmy Faishal Zaini Kamis (8/3). Ribuan warga nahdliyyin memadati lokasi pembukaan yang dipusatkan di lapangan pesantren. Dalam kesempatan tersebut Kang Helmy mengingatkan  bahwa NU harus megembangkan tiga ukhuwah yaitu ukhuwah Islamiyah, Basyariah, dan Insaniah.  iya juga menegaskan Islam adalah agama yang ramah bukan marah, Islam yang mengajak bukan mengejek, dan Islam adalah agama merangkul bukan memukul.  Ia meminta PWNU Lampung agar kedepan  tiga amanah Muktamar ke-33 NU di Jombang sebagai acuan menyusun program prioritas. Amanah tersebut antara lain pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pendidikan dan kesehatan. Harapan senada diungkapkan oleh salah satu aktivis pendidikan NU Lampung Nasir (Rektor UNU Lampung) mengungkapkan bahwa  PWNU Lampung perlu menangkap niatan LPTNU (yang juga Menristekdikti) ingin menjadikan 3 UNU kedokteran terbesar di Indonesia  dan 3 UNU yang kuat dibidang teknik dan rekayasa di jawa dan luar jawa. UNU harus menempatkan diri sebagai kelanjutan dari pendidikan pesantren  dalam menyiapkan umat mengabdi kepada masyarakat. NU harus merespon kekinian dan futuristik serta mengikuti perkembangan revolusi industri 4.0. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan penyediaan SDM sejak dini dan Ketersediaan Lahan seluar 100 hektar di Lampung ungkapnya disela-sela konferwil.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin mengajak seluruh Jamaah NU untuk memperkokoh pondasi atau landasan sehingga Jamiyah NU akan benar-benar kuat. Ia mengingatkan agar NU fokus pada empat hal ini, yakni bidang dakwah, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Hal itu disampaikan Kiai Ma’ruf saat memberikan tausiyah kebangsaan pada Konferwil ke-10 PWNU Provinsi Lampung. Penguatan di bidang dakwah ditujukan  untuk penguatan dan pengamalan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dan Fikrah Nahdliyyah. Hal ini menurut kiai Ma’ruf sesuai dengan tantangan zaman saat ini dimana mulai bermunculan kelompok tekstualis yang berpatokan pada nash saja. Penguatan di bidang pendidikan perlu dilakukan sebagai langkah regenerasi kader yang akan meneruskan Jamiyah warisan para ulama ini. “Kirim putera-puteri kita ke pesantren. Setidaknya satu orang yang paling pintar agar nantinya juga akan menjadi ulama yang pintar,” ungkapnya. Sementara bidang kesehatan dan ekonomi juga harus diperkuat sebagai bentuk hidmah nahdliyah. NU harus mampu menguatkan arus baru ekonomi Indonesia. Pada kesempatan itu, Kiai Ma’ruf juga menyatakan bahwa NU bukan saja telah berjasa bagi terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, sudah sewajarnya hak-hak NU diakomodir oleh pemerintah.

Rois Syurian PWNU Lampung Kyai H. Muhsin Abdillah mengingatkan bahwa dalam berjamiyyah di Nahdlatul Ulama (NU) semua pengurus harus ikhlas dengan tidak melakukan rekayasa dan kepalsuan. Jika ada pengurus yang melakukan hal negatif seperti ini serta kepengurusan terbentuk dengan cara yang tidak benar, maka akan jauh dari keberkahan dan banyak ujian. “NU merupakan amanat para sesepuh dan kiai kita. Kalau berkiprah dengan rekayasa dan kepalsuan maka akan banyak ujian dan bisa kualat,” katanya.

Kyai H. Muhsin Abdillah dan Prof. H. Moh Mukri, M. Ag terpilih sebagai Rois Syuriah dan Ketua Umum Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung dalam musyawarah Ahlul Halli Wal Aqdli (Ahwa).

Soleh Bajuri dan Muhammad Mukri memperoleh suara yang sama yakni 8. dari total jumlah suara 15 suara  ( 14 Suara dari PCNU se Provinsi Lampung ditambah 1 suara pengurus besar NU (PBNU). Karena jumlah suara sama, maka dilakukan musyawarah kembali,   hingga pada akhirnya calon ketua PWNU Soleh Bajuri dengan besar hati menyatakan mundur dari pencalonan.  secara otomatis Muhammad Mukri terpilih sebagai Ketua PWNU Provinsi Lampung Periode 2018-2023.

Mukri, adalah Rektor salah satu perguruan tinggi Islam negeri terbesar di Indonesia. Dia pernah menjabat ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Lampung. Di kepengurusan PWNU Lampung 2013-2018 Mukri masuk dalam jajaran musytasyar. (Humas UNU 10/3/2018)

Permanent link to this article: http://unulampung.ac.id/?p=1996