«

»

Print this Post

Uji Lab. Cendol, Getuk dan Kopi Lele Mahasiswa UNU di Palinela

Bandar Lampung (14/9/2017) Rektor UNU Lampung menerima hasil uji Laboraturium Cendol Lele, Getuk Lele dan Kopi Lele atas Inovasi Mahasiswa UNU Lampung. Uji Laboraturium dilaksanakan di Paliteknik Negeri Lampung. Muhammad Rohman melaporkan hasil pengujian melalui prosedur analisis proksimat untuk mengukur kadar air, abu, penentuan serat kasar, penentuan N dan Protein, dan penentuan kadar lemak dan minyak.

Pengujian tersebut dilakukan di Laboraturium Teknologi Hasil Pertanian Politeknik Negeri Lampung. Hasil uji yang ditandatangani oleh Subandi S.Pd (PLP Penguji)  terhadap sampel produk olahan lele mahasiswa UNU Lampung ( Dr. Muhammad Rohman) diketahui pertama, Olahan Cendol Lele memiliki kadar air 87.5301%, Kadar Abu 0.0338%, Protein 0.700%, Lemak 0.1914%, Serat Kasar 0.8035%, dan Karbohidrat 10.7312%. Kedua, Olahan Kopi Lele mengandung kadang: Air 8.8620%, Abu 3.5465%, Protein 15.27677%, Lemak 9.4227%, Serat Kasar 8.5651%, dan Karbohidrat 54.3261. Ketiga Olahan Getuk Lele mengandung kadar: Air 65.3107%, Abu 1.0453%, Protein 0,5223%, Lemak 0.2129%, serat Kasar 5.9744%, dan Karbohidrat 26.93.44.

Prosedur Analisis Proksimat diketahui sebagai berikut: 

  1. Kadar Air (Metoda Oven/AOAC1970,Ranggana 1979)
  • Timbang contoh yang telah dihaluskan sebanyak 2-5 gr. Dalam cawan porselin yang telah diketahui beratnya.
  • Keringkan dalam Oven pada suhu 105°C selama 3-5 jam .
  • Kemudian dinginkan dalam Eksikator dan timbang, panaskan lagi dalam Oven selama 30 menit, dinginkan dalam Eksikator dan timbang, perlakuan ini diulang hingga berat konstan (selisih penimbangan berturut-turut kurang dari 0,2 mg)
  • Pengurangan berat merupakan banyaknya air dalam bahan.

                    B C

      % Air = ————  X 100 % 

                        A

A = Berat Contoh

B = Cawan + Contoh Basah

C = Cawan + Contoh Kering

  1. Kadar Abu
  • Timbang contoh yang telah dihaluskan sebanyak 2- 5 gr. Dalam cawan porselin yang telah diketahui beratnya
  • Bakar cawan berisi contoh di atas kompor hingga tidak berasap.
  • Kemudian pijarkan dalam Tanur pada suhu 500-600°C selama 3-4 jam (hingga diperoleh abu berwarna keputih-putihan)
  • Dinginkan cawan dan abu dalam Eksikator kemudian ditimbang.

                       B C

      %  Abu  =  ——— X 100 % 

                             A

A = Berat sampel (berat cawan berisi sampel-cawan kosong)

B = Cawan + Abu

C = Cawan kosong

  1. Penentuan Serat Kasar

Serat kasar merupakan residu dari bahan makanan atau pertanian setelah diperlakukan dengan asam atau alkali mendidih ,dan terdiri dari selulosa dengan sedikit lignin dan pentosan.

  • Haluskan bahan hingga melalui ayakan berdiameter 1mm. Dan campur baik baik. Kalau bahan tidak dapat dihaluskan, hancurkan sebaik mungkin.
  • Timbang 2 gr bahan kering dan ekstraksi lemaknya dengan soxhlet, kalau bahan sedikit mengandung lemak misalnya sayur-sayuran, gunakan 10 gr ; tidak perlu dikeringkan dan diekstraksi lemaknya.
  • Pindahkan dalam labu Erlenmeyer 600 ml, tambahkan 200 ml larutan H2 SO4 mendidih(1,25 gr H2 SO4 pekat/100 ml = 0,255 N H2 SO4) dan tutuplah dengan pendingin balik, didihkan selama 30 menit dengan kadang kala digoyang-goyangkan
  • Saring suspensi melalui kertas saring dan residu yang tertinggal pada kertas saring dicuci dengan air panas hingga tidak bersifat asam lagi (uji dengan kertas lakmus)
  • Pindahkan residu dari kertas saring kedalam erlenmeyer kembali dengan spatula, dan sisanya dibersihkan dengan NaOH mendidih (1,25 gr NaOH/100ml = 0,313 N NaOH) sebanyak 200 ml sampai semua residu masuk ke dalam erlenmeyer. Didihkan dengan pendingin balik sambil kadang kala digoyang-goyangkan selama 30 menit.
  • Saringlah melalui kertas saring yang telah diketahui beratnya atau krus Gooch yang telah dipijarkan dan diketahui beratnya, sambil dicuci dengan larutan K2SO4 10%
  • Cuci lagi residu dengan aquades mendidih dan kemudian dengan 15 ml Alkohol 95%
  • Keringkan kertas saring atau krus dengan isinya pada 110°C sampai berat konstan ( 1-2 jam ) dinginkan dalam desikator dan timbang.
  • Berat residu = berat serat kasar                   

                                      B C

      %  Serat Kasar  =  ———- X 100 % 

                                         A

A = Berat Contoh

B = Kertas Saring + Serat

C = Kertas Saring

4. Penentuan N dan Protein ( Metoda Gunning )

  • ditimbang 0,5 – 1,0 gr bahan yang telah dihaluskan dan masukkan dalam labu kjeldahl, tambahkan 1 gr K2S atau Na2SO4 anhidrat, dan 10 – 15 ml H2SO4 Kalau distruksi sukar dilakukan perlu ditambah 0,1 – 0,3 gr CuSO4 dan gojok
  • Kemudian dilakukan distruksi diatas pemanas listrik dalam lemari asam, mula mula dengan api kecil, setelah asap hilang api dibesarkan, pemanasan diakhiri setelah cairan menjadi jernih tak berwarna lagi
  • Dibuat perlakuan blangko, yaitu seperti perlakuan diatas tanpa contoh.
  • Setelah dingin tambahkan kedalam labu kjeldahl aquades 100 ml, serta larutan NaOH          45 % sampai cairan bersifat basis, pasanglah labu kjeldahl dengan segera pada  alat Distilasi.
  • Panaskan labu Kjeldahl sampai ammonia menguap semua, distilat ditampung dalam erlenmeyer berisi 25 ml HCL 0,1N yang sudang diberi indikator PhenolPtalein 1 % beberapa tetes. Distilasi diakhiri setelah distilat tertampug sebanyak 150 ml atau setelah distilat yang keluar tak bersifat basis.
  • Kelebihan HCl 0,1 N dalam distilat dititrasi dengan larutan basa standar (larutan NaOH 0,1 N) hingga berwarna merah muda.

                       ( ml NaOH blanko – ml NaOH contoh ) X N NaOH X 14,008

      %  N    =    ———————————————————————————– X 100

                                                            (mgr. Contoh )

           % Protein = % N X Faktor Konversi

 Tabel Konversi dari kadar N menjadi kadar protein berbagai macam bahan

 

Nomor bahan Faktor konversi
1. Bir, Sirup, Biji bijian, ragi, makanan ternak,buah buahan, the, anggur, malt. 6,25
2. Beras 5,95
3. Roti,gandum,makaroni,bakmi 5,70
4. Kacang tanah 5,46
5. Kedelai 5,75
6. Kenari 5,18
7. Susu kental manis 6,38
  1. Penentuan Kadar Lemak dan Minyak (Metoda soxhlet)
  • Timbang dengan teliti 2 – 5gr. Contoh yang telah dihaluskan, bungkus dengan kertas saring. masukkan dalam tabung Ekstraksi Soxhlet.
  • Alirkan air pendingin melalui kondensor.
  • Pasang tabung ekstraksi pada alat distilasi Soxhlet dengan pelarut (Petrolium Benzen, Kloroform, Heksan dll) secukupnya. Ekstraksi dilakukan selama 4-5 jam.
  • Keringkan cawan yang berisi lemak pada Oven dengan suhu 100-105°C selama 30 menit.
  • Berat residu dalam cawan lemak dinyatakan sebagai berat lemak dan minyak

                            B C

      %  Lemak  = ———-X 100 % 

                       A

A = Berat Contoh

B = Cawan + Lemak

C = Cawan kosong

Permanent link to this article: http://unulampung.ac.id/?p=1778