PTNU Harus Berfikir Out of The Box

Yogyakarta (30/11/2019) Pimpinan PTNU harus berpikir out of the box yaitu mencoba pendekatan dan cara-cara baru dan inovatif dari yang biasa dilakukan. Cara ini diperlukan untuk menemukan ide-ide baru yang menarik dalam penataan Kelembagaan dan kemandirian pengelolaan perguruan tinggi. Hal ini disampaikan pada Rapat Pengurus Forum Rektor PTNU yang diawali dengan mendengarkan isu-isu strategis oleh Dirjen Ketenagaan Prof. Dr. dr. Ali Gufron Mukti di Universitas Alma Ata Yogyakarta.

Cara berpikir out of the box ini meliputi: Berhenti menyalahkan dan mulai mengambil tanggung jawab, Berhenti Komplain dan mulai berorientasi pada solusi, Berhenti defensif dan mulai proaktif, dan Berpandangan terbuka dengan penuh rasa ingin tahu. Cara berfikir ini sangat diperlukan dalam menata regulasi, tatakelola kelembagaan di lingkungan PTNU.

Orang yang biasa cepat mengambil tindakan dan siap bertanggung jawab Seringkali dianggap aneh, bahkan ditertawakan ketika datang dengan ide-ide yang tak biasa. Hal ini bisa melatih mental untuk mengatur mind mapping agar bisa menciptakan ide yang segar dan dapat membuat inovasi yang luar biasa.

Kurangi kebiasaan sedikit-sedikit mengeluh, kemudian protes. Sebaiknya fokus pada upaya mencari solusi yang paling tepat dari setiap permasalahan.

Bertahan dari serangan mungkin pilihan paling aman. Tapi itu sesungguhnya menunjukkan sikap pasif dan ketidakberdayaan. Seharusnya berani keluar dari zona nyaman. Keluarlah dari rutinitas dan buatlah terobosan.

Setiap aparatur tidak merasa paling benar sendiri dan terbuka terhadap pandangan baru. Rasa keingintahuan yang  besar mendorongnya untuk mencari cara atau pendekatan yang dilakukan banyak orang untuk mendapatkan informasi.

Dari sini kemudian lantas lahir ide-ide segar dan inovasi baru yang bermanfaat untuk menata regulasi pengelolaan PTNU dan Kemandirian perguruan tinggi akan terbentuk.